Selasa, 08 Oktober 2013

KACAMATA HITAM KESAYANGAN HILANG

Nasib sial menghantui gue. Bayangkan saja, kaca mata hitam gue yang paling gue sayang hilang begitu saja. Digondol maling yang bener-bener sudah rakus dan tak bermoral. 

Bayangkan saja, kaca mata gue hilang di masjid Istiqlal Jakarta pada hari Minggu tanggal 6 Oktober 2013. Gue gak pernah kebayang ternyata di masjid juga ada tindakan kriminal. Dasar manusia tak beriman, jika ada kesempatan main babat saja meski itu milik orang.



Ceritanya gue habis sholat magrib terus tidur-tiduran di belakang masjid. Tas gue di taruh disamping gue persis. Disekeliling gue emang ramai orang, ada satu dua orang.

Tapi mungkin pikiran gue kalau di masjid itu pasti aman terkendali. Orang-orang yang datang ke masjid pasti ingin beribadah mencari pahala surga, gak mungkin cari dosa hina.

Lagi asik tidur-tiduran mata ayam, selang beberapa menit gue kaget, tas gue hilang. Gue tanya sama orang-orang sekliling juga gak tahu. Astaga, berarti hilang kemalingan, begitulah kata hati gue saat itu.

Terus gue laporin saja sama petugas kemanan masjid. Petugas kasih imbauan esok-esok harus lebih waspada lagi sebab masjid tidak akan menjamin barang-barang berharga aman. Tetap harus dijaga.

Kemudian petugas keamanan mengimbau berdasarkan pengalaman, jika tas sudah di ambil isinya, ditinggalkan di seputaran masjid, di lantai satu atau di lantai dasar.

Atas petunjuk satpam masjid, gue akhirnya keliling-keliling masjid. Dan ternyata benar tas gue dimalinging orang. Tergeletak di pojokan tiang masjid lantai satu. 

Lega sekaligus senang ketika gue temukan tas gue. Tapi pas gue lihat di dalam tas ternyata yang hilang hanya kaca mata seharga Rp 100 ribu. Sungguh sial, dasar maling, main seenaknya saja ngambil barang orang.

Padahal itu kaca mata hitam gue banyak kenangan. Yang selalu setia temani gue untuk olah-raga di Senayan atau jalan-jalan di saat terik matahari bersinar cerah. Untung di rumah gue masih simpan kaca mata kobra, setidaknya masih bisa bergaya pakai kacamata hitam.

Atas peristiwa itu, gue sekarang sadar, dimana pun dan kapan pun, harus waspada. Jangan anggap enteng, semua yang kita miliki harus dijaga, jangan memberi peluang dan kesempatan orang untuk berbuat kriminal.

Biar saja kacamata hitam gue hilang diambil orang penjahat, yang terpenting itu kacamata semoga bisa memberi manfaat banyak bagi mereka yang mengambil secara haram. Gue seneng dan ikhlas atas kehilangan kacamata hitam kesayangan gue. 

Hai, orang yang ambil kacamata gue, tolong ya jangan mengulangi lagi ke orang lain, cukup gue aja yang dicuri. Kasihan kalau ada orang semacam gue lagi, pasti bakalan sedih, nyesek dan kapok.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar