Nasib
sial menghantui gue. Bayangkan saja, kaca mata hitam gue yang paling gue sayang
hilang begitu saja. Digondol maling yang bener-bener sudah rakus dan tak
bermoral.
Bayangkan
saja, kaca mata gue hilang di masjid Istiqlal Jakarta pada hari Minggu tanggal
6 Oktober 2013. Gue gak pernah kebayang ternyata di masjid juga ada tindakan
kriminal. Dasar manusia tak beriman, jika ada kesempatan main babat saja meski
itu milik orang.
Ceritanya
gue habis sholat magrib terus tidur-tiduran di belakang masjid. Tas gue di
taruh disamping gue persis. Disekeliling gue emang ramai orang, ada satu dua
orang.
Tapi
mungkin pikiran gue kalau di masjid itu pasti aman terkendali. Orang-orang yang
datang ke masjid pasti ingin beribadah mencari pahala surga, gak mungkin cari
dosa hina.
Lagi
asik tidur-tiduran mata ayam, selang beberapa menit gue kaget, tas gue hilang.
Gue tanya sama orang-orang sekliling juga gak tahu. Astaga, berarti hilang
kemalingan, begitulah kata hati gue saat itu.
Terus
gue laporin saja sama petugas kemanan masjid. Petugas kasih imbauan esok-esok
harus lebih waspada lagi sebab masjid tidak akan menjamin barang-barang
berharga aman. Tetap harus dijaga.
Kemudian
petugas keamanan mengimbau berdasarkan pengalaman, jika tas sudah di ambil
isinya, ditinggalkan di seputaran masjid, di lantai satu atau di lantai dasar.
Atas
petunjuk satpam masjid, gue akhirnya keliling-keliling masjid. Dan ternyata
benar tas gue dimalinging orang. Tergeletak di pojokan tiang masjid lantai
satu.
Lega
sekaligus senang ketika gue temukan tas gue. Tapi pas gue lihat di dalam tas
ternyata yang hilang hanya kaca mata seharga Rp 100 ribu. Sungguh sial, dasar
maling, main seenaknya saja ngambil barang orang.
Padahal
itu kaca mata hitam gue banyak kenangan. Yang selalu setia temani gue untuk
olah-raga di Senayan atau jalan-jalan di saat terik matahari bersinar cerah.
Untung di rumah gue masih simpan kaca mata kobra, setidaknya masih bisa bergaya
pakai kacamata hitam.
Atas
peristiwa itu, gue sekarang sadar, dimana pun dan kapan pun, harus waspada.
Jangan anggap enteng, semua yang kita miliki harus dijaga, jangan memberi
peluang dan kesempatan orang untuk berbuat kriminal.
Biar
saja kacamata hitam gue hilang diambil orang penjahat, yang terpenting itu
kacamata semoga bisa memberi manfaat banyak bagi mereka yang mengambil secara
haram. Gue seneng dan ikhlas atas kehilangan kacamata hitam kesayangan gue.
Hai,
orang yang ambil kacamata gue, tolong ya jangan mengulangi lagi ke orang lain,
cukup gue aja yang dicuri. Kasihan kalau ada orang semacam gue lagi, pasti
bakalan sedih, nyesek dan kapok.
